Dalam dunia pendidikan, terutama dalam pembelajaran bahasa Inggris, salah satu kata yang sering muncul dan sering membingungkan adalah kata “literally“. Meskipun terlihat sederhana, kata ini memiliki peran penting dan penggunaan yang cukup unik. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang kata “literally”, mulai dari makna asli, penggunaan yang benar, hingga bagaimana kata ini sering disalahpahami di kalangan pelajar dan masyarakat umum di Indonesia.
Apa Itu “Literally”?
Kata “literally” berasal dari bahasa Inggris yang berarti “secara harfiah”. Kata ini digunakan untuk menegaskan bahwa apa yang dikatakan adalah benar-benar tepat atau sesuai dengan makna sebenarnya, bukan kiasan atau hiperbola. Wikipedia Bahasa Indonesia
Contoh sederhana: jika seseorang mengatakan “I literally ate five burgers,” artinya orang tersebut benar-benar memakan lima burger, tidak melebih-lebihkan.
Makna Harfiah dan Perbedaan dengan “Figuratively”
Dalam bahasa Inggris, terkadang kita menemukan perbedaan antara ungkapan harfiah dan kiasan (figurative language). Di sinilah peran “literally” menjadi sangat penting. “Literally” digunakan untuk menunjukkan makna sebenarnya, sedangkan “figuratively” berarti tidak harus diartikan secara harfiah, lebih ke makna kiasan.
Misalnya, kalimat “I’m so hungry I could literally eat a horse” seharusnya berarti benar-benar bisa makan seekor kuda. Namun, kebanyakan orang menggunakan kalimat ini secara hiperbolik, yang sebenarnya seharusnya mengatakan “figuratively”. Hal ini sering menimbulkan kebingungan.
Penggunaan “Literally” yang Sering Disalahpahami
Di era modern, terutama dalam bahasa percakapan sehari-hari dan media sosial, “literally” sering digunakan secara tidak tepat. Banyak orang menggunakan kata ini untuk menegaskan kalimat yang sebenarnya merupakan kiasan atau hiperbola, contohnya:
- “I literally died laughing” (padahal tidak benar-benar meninggal)
- “This bag literally weighs a ton” (padahal tidak seberat satu ton)
Penggunaan seperti ini membuat kata “literally” kehilangan maknanya yang sebenarnya dan menjadi semacam penegas emosional atau hanya sebagai gaya bahasa.
Kenapa Hal Ini Bisa Terjadi?
Penggunaan kata “literally” yang berlebihan dan tidak tepat ini bisa jadi karena keinginan untuk mengekspresikan perasaan dengan kuat. Kadang, orang merasa kata ini menambah dramatisasi dan membuat ucapan terdengar lebih hidup.
Namun, bagi pelajar bahasa Inggris, hal ini bisa menjadi jebakan karena mereka bisa salah mengerti kapan harus menggunakan “literally” secara tepat. Oleh karena itu, penting bagi guru dan pengajar bahasa Inggris untuk menjelaskan perbedaan ini dengan jelas.
Pengajaran “Literally” di Sekolah dan Cara Efektif Mengajarkannya
Dalam pendidikan bahasa Inggris di Indonesia, mengajarkan kata “literally” harus dilakukan dengan pendekatan yang praktis dan kontekstual. Berikut beberapa cara efektif untuk mengajarkan penggunaan kata ini:
1. Memberikan Contoh Nyata
Guru dapat memberikan contoh kalimat yang menggunakan “literally” dengan makna harfiah dan contoh yang salah kaprah. Contohnya seperti kalimat yang telah disebutkan sebelumnya. Dengan begitu, siswa bisa membedakan mana penggunaan yang benar dan mana yang salah.
2. Menghubungkan dengan Konsep Figurative Language
Mengajarkan konsep perbandingan antara makna harfiah dan kiasan akan sangat membantu siswa mengenali kapan kata “literally” harus dipakai. Ini juga memperluas pemahaman mereka tentang berbagai gaya bahasa dalam bahasa Inggris.
3. Berlatih dalam Diskusi dan Penulisan
Mendorong siswa menggunakan kata “literally” dalam konteks yang tepat saat berdiskusi atau menulis esai akan melatih mereka lebih paham dan percaya diri menggunakannya.
Tips Mengingat Penggunaan “Literally” untuk Pelajar Bahasa Inggris
Untuk pelajar bahasa Inggris, berikut beberapa tips supaya tidak salah menggunakan kata “literally”:
- Pikirkan apakah kalimat itu harus diartikan harfiah. Jika iya, pakailah “literally”.
- Jika kalimat bersifat kiasan atau hiperbola, hindari menggunakan “literally”.
- Coba ganti “literally” dengan “figuratively” untuk melihat apakah kalimat masih masuk akal.
- Perhatikan konteks percakapan dan situasi formal atau informal. Biasanya dalam tulisan formal, penggunaan “literally” lebih ketat dan harus benar-benar harfiah.
Kesimpulan
Kata “literally” adalah kata penting dalam bahasa Inggris yang artinya “secara harfiah”. Dalam pendidikan, pemahaman yang tepat tentang penggunaan kata ini sangat penting agar pelajar tidak bingung dan dapat menggunakan bahasa Inggris dengan benar. Meskipun saat ini sering digunakan secara salah kaprah, pengajaran yang baik dapat memperbaiki pemahaman dan penggunaan kata “literally” di kalangan pelajar Indonesia.
FAQ Tentang Kata “Literally”
Apa arti kata “literally”?
“Literally” berarti secara harfiah, menyatakan bahwa sesuatu benar-benar terjadi atau benar-benar demikian, bukan kiasan atau perumpamaan.
Apakah boleh menggunakan “literally” untuk melebih-lebihkan?
Secara tata bahasa yang benar, tidak. “Literally” harus digunakan ketika sesuatu memang benar-benar terjadi. Namun, di percakapan sehari-hari, orang sering menggunakan secara hiperbolik.
Bagaimana cara membedakan penggunaan “literally” yang tepat?
Coba tanyakan apakah kalimat itu dapat dimengerti secara harfiah. Jika iya, gunakan “literally”. Jika tidak, gunakan istilah lain atau jangan gunakan “literally”.
Apakah “literally” sama dengan “figuratively”?
Tidak. “Literally” berarti secara harfiah, sedangkan “figuratively” berarti secara kiasan atau tidak harfiah.
Bagaimana cara mengajarkan penggunaan “literally” kepada siswa?
Gunakan contoh-contoh kalimat, jelaskan perbedaan literal dan figuratif, serta berikan latihan dalam konteks percakapan atau tulisan agar siswa memahami penggunaannya dengan baik.